Lucinta Luna Terlibat Prostitusi Online di Malaysia di Situs Transsexual Escorts

by
Lucinta Luna

Lucinta Luna juga dikabarkan terlibat prostitusi online di Malaysia. Mengenai isu transgender, apa kata sahabat satu kosnya, Melly Bradley?

Diugaan itu juga bukan tanpa alasan. Beberapa saat lalu, beredar video yang menampilkan seseorang mirip Lucinta Luna yang menawarkan layanan seks komersial.

Namun saat dikonfirmasi mengenai kabar tersebut, Melly Bradly yang mengenal Lucinta sejak dulu mengaku tak tahu menahu mengenai isu tersebut.

“Kalau itu saya tidak bisa berkomentar. Karena kenapa? Karena saya tidak punya buktinya, saya tidak mau komentar soal itu ya. Yang penting fokus ya, kamu (Lucinta Luna) jujur, saya juga jujur,” ujar Melly usai Rumpi No Secret Trans TV Tendean, Jakarta Selatan, Senin (26/3/2018).

Video itu beredar di situs Transsexual Escorts dengan nama Chelliny Young.

“Hi, this is Chelliny , 21 years of age; 170cm/50kgs with very smooth complexion. I do love kissing, suck*** and 6* and both of us should be happy at the end of the session. I do appreciate you who have good attitude and no fake personality. Please do whatsapp or call me for an appoinment,” tulis Chelliny Young yang diduga adalah Lucinta Luna dalam situs online tersebut.

Artis Lucinta Luna dan perkara identitas jenis kelaminnya sedang ramai dibahas. Sebenarnya mungkinkah ganti kelamin tanpa alasan medis di negara ini?

Secara administratif, memang hanya ada dua jenis kelamin yang tercatat yakni laki-laki dan perempuan. Dalam kasus Lucinta Luna, dia pernah berupaya mengajukan penggantian identitas kelamin ini ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Ada berbagai macam latar belakang operasi ganti kelamin. Kondisi-kondisi medis sering menjadi penyebab seseorang melakukan operasi penyesuaian kelamin. Misalnya kelamin ambigu, kelamin ganda, hingga cacat sejak lahir akibat kerusakan sel punca (gonadal dysgenesis).

Semua itu adalah kondisi medis, bahasa simpelnya adalah interseks.

Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia menyatakan kondisi interseks adalah kondisi seseorang yang tak cocok dengan definisi tipikal tubuh laki-laki atau perempuan. Kondisi seperti ini kadang juga disebut sebagai ‘kelamin ganda’.

Interseks beda dengan transgender. Istilah transgender merujuk pada orang yang punya identitas gender berbeda dari kelaminnya sendiri, tanpa ada alasan medis yang dominan. Ungkapan ‘perempuan yang terjebak dalam tubuh laki-laki’ bisa masuk ke kategori ini juga. Transeksual adalah transgender yang mengganti alat kelaminnya dari jenis yang satu ke yang lain melalui operasi ganti kelamin.

Direktur Jenderal Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakhrullah, menyatakan pihaknya hanya bertugas mencatat peristiwa kependudukan. Pencatatan ini tak terlalu terpengaruh dengan alasan pergantian identitas, misalnya pergantian jenis kelamin dan latar belakang yang menyertainya, apakah pergantian jenis kelamin itu karena alasan medis atau karena alasan lainnya.

“Yang diadministrasikan adalah fakta hukumnya, bukan alasan mengapa fakta hukum tersebut terjadi. Kami mencatat saja fakta hukum yang terjadi,” kata Zudan Arif Fakhrullah kepada detikcom, Jumat (23/3/2018).

Dihubungi terpisah, Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menyatakan operasi penggantian jenis kelamin meski tanpa alasan medis merupakan hak pribadi yang bersangkutan. Meski begitu, norma-norma yang hidup di Indonesia punya banyak pertimbangan soal boleh-tidaknya penggantian jenis kelamin.

Isu ganti kelamin seperti ini menjadi kontroversial di Indonesia.

“Tapi dari sisi hak, itu adalah hak yang paling privat karena mereka (orang yang berganti kelamin) yang merasakan sendiri kondisinya,” kata Beka Ulung Hapsara.

Kasus ganti kelamin bukanlah yang pertama. “Dulu ada Vivian di tahun ’70-an, ada Dorce Gamalama, di tahun 2000-an ada Dea (Nadia Ilmira Arkadea) dari Batang, Jawa Tengah,” tutur Beka.

Vivian adalah sosok yang mencuat dari dekade lampau. Dia terlahir sebagai laki-laki di Tiongkok dan menjadi warga Indonesia, bernama Iwan Robbyanto Iskandar. Pada tahun 1973, dia melakukan operasi pergantian kelamin di Singapura. Iwan ganti kelamin menjadi perempuan. Namanya berganti menjadi Vivian Rubianty.

Erman Rajagukguk dalam tulisannya, “Hakim Indonesia Mengesahkan Penggantian dan Penyempurnaan Kelamin”, menjelaskan soal Vivian ini. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat adalah pihak yang memutuskan identitasnya sebagai wanita usai operasi di Singapura saat itu. Yang mengajukan permohonan ke PN Jakarta Pusat saat itu adalah advokat Vivian, yakni Adnan Buyung Nasution.

Sebelum memutuskan soal permohonan itu, hakim meminta keterangan dari para ahli. Saksi ahli menyatakan Vivian punya hormon wanita lebih banyak ketimbang hormon laki-laki. Buktinya sejak kecil Vivian lebih bersikap seperti perempuan. Hakim juga meminta keterangan dari ahli agama, termasuk ulama. Tercatat, Buya Hamka memberikan keterangan di depan persidangan.